HOT...!!!

abg

Rasa nikmat orgasme dipuncak kepuasan ahh

Suatu hari, Rini di khabari oleh kerabatnya bahwa neneknya yg berada di kota Solo telah meninggal dunia. Berita itu sangat membuatnya sedih karena sang nenek lah yang membesarkannya dan mendidiknya . Karena saat ia berusia 12 tahun , Rini telah di tinggalkan kedua orang tuanya yang tewas saat kecelakaan mobil Keluarganya terbilang keluarga yang berada dan berdarah ningrat. karena tidak ada yang mewarisi kekayaan orang tuanya , juga harta yang ditinggalkan neneknya . Rini menjadi pewaris tunggal harta harta itu .Salah satunya adalah sebuah Villa yang berada di daerah wisata Tawangmangu .Setelah pemakaman neneknya dan besilaturahmi dengan kerabatnya maka Rini pun berkunjung ke villa neneknya di Tawangmangu itu.Dihari yg telah di rencanakannya itu Rini bersama suaminya Aditya mengunjungi villanya itu. Villa yang besar itu , selamai ini di jaga oleh Parjo.Usianya kira kira 55 tahun. Seorang laki laki penduduk sekitar yang telah cukup lama bekerja pada neneknya. Parjo juga di beri amanah untuk mengurus villa dan perkebunan keluarga itu.Hari itu, seperti yang direncanakan Rini dan suaminya akan bermalam disitu untuk beberapa hari. Kebetulan mereka telah mengambil cuti. Pasangan ini pun selalu terkesan amat mesra dan romantis. Maklum mereka pasangan muda , yang belum lama menikah .Sore hari itu , Rini dan suaminya di temani Parjo berkeliling , Villa besar itu . Di kebun belakang villa itu, dekat paviliun , tempat Parjo tinggal , mata Rini menangkap , image pohon besar , yang rindang . Dengan akar akarnya yang sebagian keluar dari dalam tanah . seperti tak terawat . Di sana ada taburan bunga bunga .“ pak Parjo , pohon apa ini , koq tampaknya tak terawat “ tanya Rini . “ oh , ini pohon sudah tua sekali , yah memang dari dulu sudah begitu , dari zaman eyang non Rini “ jawab Parjo . “ wah , sepertinya merusak pemandangan , tebang saja pak Parjo “ kata Rini lagi . “ oh JANGAN .. “ jawab pak Parjo keras .Rini terkejut mendengar jawaban pak Parjo . Suaminya juga menatap pak Parjo . “ maaf , maksud saya , eyang non pernah berpesan , tidak boleh di tebang “ jawab pak Parjo . Rini diam saja , kemudian , berjalan kembali ke depan , bersama suaminya .“ mas , aku gak suka sama pohon itu , bulu kudukku merinding , sepertinya ada sesuatu di situ “ ujar Rini pada suaminya . “ Rini , Rini , makanya kalau nonton TV , jangan acara mistis yang di tonton , kamu itu seorang dokter , pakai logika dong “ jawab suaminya enteng . Rini menatap suaminya , matanya melotot .Suaminya pun tersenyum , lalu melumat bibir Rini , “ ah , udeh deh ..” kata Rini . “ yah sudah , kalau gak suka yah kamu tebang saja , nanti ..” kata Suaminya .Udara dingin , di kawasan itu , membuat mereka bercumbu di malam itu . Di mulai dengan ciuman ciuman mesra dari suaminya , serta rabaan lembut di paha mulus Rini . Baju tidur Rini , tanpa terasa , mulai tersingkap . Menampakkan kedua paha mulusnya , serta pangkal pahanya yang masih terbalut celana dalam putih . Bukan hanya mata suaminya yang melihat , tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang mengintip , sepasang mata milik Parjo .Satu sentuhan jari Suaminya , di selangkangan Rini , membuatnya mendesah keras . Jari itu terus bermain di atas celana dalamnya . Bercak bercak basahan mulai tampak di selangkangan celana dalam Rini .Dengan cepat Rini melepas baju tidurnya , menyodorkan buah dadanya yang bulat padat , dengan putting memerah , telah menonjol keras , ke mulut suaminya . “ mas , mau nete dong.. “ kata Rini dengan nafsu . Mulut Suaminya , pun menyedot putting susunya . “ ohhh … mas .. Rini , nafsu mas.. enak… “ erangnya .Suara suara erotic Rini , membuat Parjo yang mendengar samar samar , membuatnya meraba raba selangkangannya sendiri . Aditya , masih saja , menjilati dan menyedot buah dada istrinya , begitu juga jarinya yang masih terus , merangsang selangkangannya . “ mas , celana Rini , di buka aja ..” pintanya . Suaminya lalu melepas celana dalam istrinya . Dan melihat vagina , dengan bulu bulu , di atasnya . Bibir vagina yang rapat , dan basah .Suaminya sudah mengerti kebiasaan Rini . Setelah tubuh Rini , bugil total , Aditya , merenggangkan ke dua belah kakinya . Lalu , dengan lidahnya , dia menjilati vagina istrinya , dengan lembut . “ mass , ahh .. Rini .. enak. .. mass… “ erangnya . Suaminya terus menjilati vagina istrinya .Jari jarinya juga tak tinggal diam , jari itu bergerak memasuki liang vagina istri tercintanya maju dan mundur , bergetar lembut , membuat Rini , semakin mendesah desah , menuju puncak birahinya . Lidahnya bermain di klitorisnya , sedang jarinya terus mencolok colok liang vaginanya yang semakin basah .“ ahh …. Mas , Rini udah gak kuat … ahhh “ erang Rini , yang semakin mendekati fase orgasmenya . Jilatan suaminya semakin liar , tubuh Rini pun bergetar , mengejang , satu erangan panjang , membawanya ke puncak kenikmatannya .Saat , Rini terbaring lemas , Aditya membuka pakaiannya . Penisnya tampak sudah tegang . Tanpa perlu komando , Rini segera membelai belai penis suaminya itu , menjilati ujung penisnya yang tegang , membuat suaminya mengerang nikmat . Rini pun mengulum kepala penis suaminya , dengan nafsu .Kepala Rini , bergerak , maju mundur , dan penis itu mendapat kenikmatan yang tinggi . “ oh .. sayang… ohh…” erang suaminya . Permainan Rini yang begitu , hebat , membuat suaminya melepas benihnya di mulutnya . Tak satu tetes yang lepas dari mulut Rini , semuanya tertelan habis .

1 komentar: